02 September 2010

Kisah Sabahat

ehsan dari pak cik google

Ini sebuah kisah tentang 2 orang sahabat karib yang sedang berjalan melintasi gurun pasir.
Ditengah perjalanan, mereka bertengkar, dan salah seorang menampar temannya.
Orang yang kena
Tampar, merasa skit hati, tapi dengan tanpa berkata-kata, dia menulis di atas pasir:

HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENAMPAR PIPIKU.

Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis, dimana mereka memutuskan untuk mandi.
Orang yang pipinya kena tampar dan terluka hatinya, mencuba berenang namun nyaris tenggelam, dan berhasil diselamatkan oleh sahabatnya. Ketika dia mulai siuman dan rasa takut sudah hilang
Dia menulis di sebuah batu

HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENYELAMATKAN NYAWAKU.

Orang yang menolong dan menampar sahabatnya bertanya, “kenapa setelah saya melukai hatimu, kau
Menulisnya di atas pasir, dan sekarang kamu menulis di batu?”
Temannya sambil tersenyum menjawab. “ ketika seorang sahabat melukai kita, kita harus menulisnya di
atas pasir agar angin maaf datang berhembus dan menghapuskan tulisan tersebut.
Dan bila sesuatu yang luar biasa terjadi, kita harus memahatnya di atas batu hati kita,
agar tidak akan hilang tertiup angin .”
Dalam hidup ini sering timbul perbezaan  pendapat dan konflik kerana sudut pandang yang berbeza.
Justeru itu, cubalah ntuk saling memaafkan dan lupakan masalah lalu. Belajarlah menulis di atas
pasir

::U Follow Me, I Follow u Back::

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails